Rin Sakuragi, pemeran film Suster Keramas. Maxima rupanya masih penasaran dengan bintang film JAV
ASTAGA.com LIFESTYLE ON THE NET: Seakan tak mau kecolongan seperti dalam film Mengejar Miyabi, PH maxima baru merilis Suster Keramas setelah film tersebut benar-benar jadi. Astaganya, Maxima ternyata masih penasaran dengan bintang-bintang Japan Adult Video (JAV). Kali ini Suster Keramas memboyong Rin Sakuragi, bintang film dewasa yang notabene lebih terkenal dari Miyabi dinegaranya. Rin Sakuragi, gadis non perawan kelahiran Hyogo, Jepang, 3 Maret 1989 berkarir di dunia hiburan dimulai saat Rin berumur 17 tahun. Pada saat itu Rin langsung menjadi model majalah dewasa.Pada usianya yang ke-18, Rin Sakuragi merilis video porno pertamanya yang bertajuk ‘Hatsuhana’ (First Flower).
Di Jepang, Rin sakuragi lebih terkenal dari Miyabi. Indikatornya adalah, dalam daftar bintang Japan Adult Video (JAV) paling favorit, nama Miyabi bahkan tidak masuk sepuluh besar. Sedangkan Rin sakuragi berada di posisi dua.Namun di Indonesia, nama Rin Sakuragi kalah pamor dengan Miyabi. Pihak Maxima benar-benar lihai memanfaatkan peluang ini. Setelah gagal mendatangkan Miyabi, Rin Sakuragi pun didapuk membintangi film suster keramas untuk menuntaskan hasrat masyarakat Indonesia yang memang haus film model begini.
Suster Keramas diperankan oleh Rin Sakuragi
Gagal mendatangkan Miyabi dalam film mengejar Miyabi, Maxima Picture dalam Film Suster keramas yang disutradarai Helfi Kardit seakan mengejek para pendemo bahwa mereka masih bisa membawa bintang-bintang top JAV ke Indonesia. Masyarakat terdahulu yang ikutan menohok penulis cerita Mengejar Miyabi, Raditya Dika, tampaknya harus menggigit jari dan perlu meminta maaf pada Radit. Tampaknya, pihak Maxima Picture memang dari awal hanya ingin mengejar profit semata. Mereka tahu, bahwa film-film bergenre SEKWILDA (Sekitar Wilayah Dada) dan BABASER (Bagian Bawah Puser) di Indonesia, ibarat menebar gula dikandang semut.
Badan Sensor Film pun dibuat kecolongan oleh Maxima Picture. Entah bagaimana, Film ini lolos sensor. Adegan topless Rin Sakuragi dalam beberapa scene seolah dimahfumkan dan dianggap biasa.Bagi penikmat kemolekan tubuh mulus Rin Sakuragi, anda bisa dapatkan dalam beberapa adean film Suster Keramas. Lumayan untuk menyalurkan hasrat tertahan.
Astaganya, film bergenre BBF (Bukan Blue Film) ini menyasar remaja dan generasi muda Indonesia. āTidak ada nuansa pendidikan pada film itu tetapi justru dapat merusak moral generasi muda. Sudah bisa dipastikan bahwa jika film itu diputar, penontonnya didominasi oleh kalangan remaja,ā kata Zaini Naim, Ketua MUI Samarinda.Nah lho! Bener kata ketua MUI Samarinda, karena generasi muda dan remaja belum punya tempat penyaluran hasrat. Ini masalahnya.
Nafsu, hasrat, Insting, dorongan hewani, apapun namanya jika tidak di maintain dan menej dengan baik dapat menimbulkan kerusakan.
Pesan buat Maxima dan Rumah Produksi lainnya, jangan hanya mengejar materi semata, sudahkah dipikirkan dampaknya? Mungkin anda bisa berkata bukan urusan saya, itukan tergantung orangnya, inikan hanya sebuah film, di internet juga banyak dan alasan pembenaran lainnya.Tapi setidaknya, cobalah membuat tayangan mendidik dan bermanfaat lainnya. Jangan justru ikut serta menjerumuskan penerus bangsa ke jurang kebobrokan. Atau anda sudah kehabisan ide? Dan dikepala anda hanya ada uang, dada, paha dan lendir? Atau memang Indonesia sudah kehabisan sutradara Jenius yang bisa menampilkan tayangan mendidik namun apik dari sisi manapun? Wallahualam!
Foto-foto topless dan Syur Rin Sakuragi dalam beberapa adegan


{ 20 comments… read them below or add one }
← Previous Comments
http://kontestan.tekwanmodel.web.id/astagacom-lifestyle-on-the-net-rin-sakuragi-suster-keramas.html is
lumayan………semoga hantu selanjutnya bisa miyabi
ya bagus miyabi nggak datang kan ada pengantinya yg lebnih hot gt
@Lerpee:
Hihihi, yah mudah2an saya bukan termasuk orang yang “muna” ya mas. Tapi setidaknya, sampaikanlah kebaikan walau sedikit,dan meski nilainya mungkin tak sebanding dgn hujatan yg akan didpt, mudah2an ada manfaatnya kelak.Salam
@Leo:
Saya hargai opini anda mas. Toh saya bukan penganut setia agama tertentu, dan saya tdk mempermasalahkan film ini beredar atau tidak. Saya cuma kasihan pada 200 juta penduduk Indonesia yang masih “belum terpelajar”. (Taroklah 50 juta penduduk sudah terpelejar) seperti mas.Dan sangat disayangkan, Maxima tahu betul potensi besar ini. Well,saya tdk menjudge, cuma beropini.Salam
@Arie:
Hahaha, ya mudah2an mereka berdua mau ya mas? Takutnya kalo mereka mau, apakah mas sanggup meladeninya? jangan2 cuma NBTK(Nafsu Besar Tenaga Kurang) ajah..hihihi
← Previous Comments