Amal itu apa sih? Sependek (*mo nulis sepanjang kok gak tega…) pengetahuan saya, amal itu identik dengan berbuat baik, suka menolong, tidak sombong dan rajin sodakoh. Hmm, kira-kira begitulah artinya.
Hakekatnya, kita umat manusia diajak untuk saling tolong menolong yang dibatasi pada rambu khusus dalam kebajikan (*kebaikan mungkin red) dan tolong menolong untuk lepas dari kemungkaran (*Mohon koreksi dari narablog yang faham dengan dalil tersebut)
Inti dari perbuatan amal adalah membersihkan diri. Ya, beramal itu membersihkan diri kita dari segala kotoran yang ada didalam hati. Jangan sampai hati kita berkarat dan membatu karena jarang sekali kita bersihkan. Perbuatan amal andalah sumber airnya. Jangan khawatir akan kehabisan rejeki, tenaga, pikiran atau waktu. Semakin kita buka keran amal itu, semakin lancarlah pintu rejeki, kesehatan dan waktu. Tapi jika kita sering menutup keran amal, hati anda akan membatu, dan hidup anda akan sempit, hanya akan diperbudak oleh uang dan waktu.
Beramal pada hakikatnya bukan menolong orang lain, tapi menolong diri sendiri melalui mereka. Kita tidak pernah tahu kuasa Allah SWT terhadap rejeki, mati dan jodoh.
Mungkin saja ada rejeki orang lain yang Alloh SWT titipkan kepada kita. Oleh sebab itu, jangan pernah merasa sesuatu yang kita raih sepenuhnya milik kita.
Tetaplah berbaik sangka, itu semua hanyalah titipan. Namanya titipan, sewaktu-waktu raihan tersebut tentu akan diambil kembali oleh si EmpuNya atau justru diamanahkan kepada orang lain. Kita tidak perlu merasa menyesal. Itulah nasab yang harus kita jalani.
Sungguh mulia seharusnya ajaran ini. Namun rupanya setan yang memiliki tipu daya uncountable ini cukup cerdik dengan memanfaatkan perbuatan amaliyah. Kita terjebak! Tak usah ambil tamsilan jauh-jauh. Lihat diri kita sendiri.
Bertanyalah dalam hati, apakah saya masih suka menghitung-hitung amal? Apakah kita berbuat baik karena ada maunya? Ada yang melihat? Ada pamrih? Masih tidak rela?
Beramal atau berbuat baik dengan sebetul-betulnya ikhlas itu susah!!. Tapi bukan hal yang tidak mungkin. Cukup berlatih konsisten, dari hal sepele dan kecil, semampunya,seikhlasnya anda. Untuk memotivasi, saya sertakan photo-photo penggugah. Semoga sukses dengan program amalnya masing-masing.Salam
Ia berjalan di depan meja 'donation', kami berpikir: 'dia akan lewat...'
Saya ingin menyumbang! Ia menuang koin dari mangkuknya. Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.
Kami semua tak bisa berkata-kata, ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.
Saya masih punya uang! Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.
Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar
dan ... menyumbang!
Orang Bijak Mengatakan: “Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia.”


{ 27 comments… read them below or add one }
← Previous Comments
Subhaanallaah…
Renungan… panjang… dalam…
Senang bisa mampir kesini… Salam kenal…
Afiani Intan´s last story: Kau Kuat
hiks.. liat picsnya…
sunflo´s last story: Jika Sunflo Bikin Bakso
Menghitung amal ->http://kontestan.tekwanmodel.web.id/menghitung-amal.html
wahhh…ga usah pake english mba, indo juga cukup hehehe..
tp emang blog saya yg ini diisi content english
eca´s last story: A Tool To Eliminate Debt
@eca:
Ok deh kalo gitu..hihihi!
Yanti tukang kerupuk´s last story: By: Andy MSE
menarik banget, salam kenal ya mba….berkunjung balik ke blog sederhana saya
eca´s last story: A Tool To Eliminate Debt
@eca:
Ok mas, ditunggu ya…
Yanti tukang kerupuk´s last story: Menghitung amal (Sebuah renungan pribadi)
← Previous Comments