Porong the truly Kuala Lumpur. Bisik-bisik tetangga (jauuuhhh banget), kabarnya Porong mau diklaim oleh Malaysia dengan alasan telah merusak Brand Malaysia Truly Asia.
Menurut pendapat narablog sekalian, jika benar Porong akan di klaim Malaysia , apakah anda
[A]. SETUJU (alasannya?)
[B]. TIDAK SETUJU (alasannya?)
[C]. TERSERAH (jadi pembaca setia ajah!)
[D]. ALASAN LAIN (silahkan kemukakan argumen di kolom komentar)
Jika Narablog TIDAK SETUJU Porong di klaim Malaysia, bolehkah Brand Porong Truly Kuala Lumpur kita pakai sebagai Promo Wisata terbaru 2010 di Indonesia? Jangan lupa dukung Kontes SEO terakhir Yanti Astaga.com lifestyle on the net


{ 3 trackbacks }
{ 10 comments… read them below or add one }
Makin mengkhawatirkan neh porong…apalagi sekarang musim hujan.
Mr, Kem´s last story: Sebuah dukungan
@Mr,Kem:
benarkah..? wah memang pemerintah gak ada perhatian sama sekali mas?
Yanti tukang kerupuk´s last story: Masih doyan ABG Bugil
setuju ama pak sawali … kalo malaysia doyan sama lumpurnya ya silakan aja Mbak untuk nambah supaya jadi kualalumpurkwadrat
arkasala´s last story: Info Dolar dari Blog Sahabat
@Arkasala:
hihiihi, iya, kalo lumpurnya mo diambil, silahkan saya ya mas…
Yanti tukang kerupuk´s last story: Masih doyan ABG Bugil
Aku menolak berat mbak. Sidoarjo ya Indonesia, kalawo malingsia itu pengin nambah lumpurnya, bukankah malingsia sudah punya Kualalumpur mbak?
@Mas Wandi:
Berarti mas tidak setuju ya?
Yanti tukang kerupuk´s last story: Porong Truly Kuala Lumpur
bleh saja diklaim malingsia, mbak, khusus lumpurnya, haks. si jiran ini rupanya ndak pernah kapok main2 sama negeri kita. doh!
sawali tuhusetya´s last story: Bhisma pun Menepati Dharmanya
@Pak Sawali:
kalo lumpurnya silahkan saja berarti ya pak?
Yanti tukang kerupuk´s last story: Porong Truly Kuala Lumpur
korban lumpur yang sengaja diabaikan atau terabaikan???
ciwir´s last story: Menghidupkan Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo
@Ciwir:
Terabaikan dan terlupakan tepatnya. Saya akan support kampanye mas. Segera saya pasang bannernya mas….
Yanti tukang kerupuk´s last story: Porong Truly Kuala Lumpur