Banyak warga tak siap pakai Elpiji

by Iis sugianti on 01/11/2009

in Sekitar Kita

Slogan kerja keras adalah energi kita, tampaknya memang cocok buat Pertamina. Ditandai dengan masih banyak masyarakat yang tak siap pakai Elpiji. Butuh Ekstra kerja keras bagi jajaran Pertamina jika ingin memuluskan konversi minyak tanah ke Elpiji.

Tak siapnya warga jelas menjadi persoalan bagi Pertamina. Ada beberapa faktor penyebab kenapa banyak warga enggan beralih ke Elpiji, diantaranya adalah;

  1. Pertamina kurang men-sosialisasi-kan dan meng-edukasi akan adanya konversi minyak tanah ke Elpiji.
  2. Pertamina kurang men-survey secara menyeluruh kondisi sosial, kultur serta demografis suatu wilayah.
  3. Distribusi Elpiji yang belum mencapai daerah rural.
  4. Kendala dilapangan yang sifatnya mendasar dan tidak terpecahkan secara tuntas.

Masyarakat butuh sosialisasi dan edukasi dikarenakan calon pengguna Elpiji adalah kebanyakan warga kelas menengah kebawah yang terbiasa menggunakan minyak tanah, baik sebagai bahan bakar maupun penerangan. Ini disebabkan tidak semua warga mampu memasang listrik, bahkan sambungan PLN-pun belum ada untuk sebagian wilayah (daerah rural di wilayah Lampung masih banyak yang belum tersambung listrik). Selain itu, banyaknya informasi yang beredar tentang kecelakaan saat menggunakan Elpiji membuat warga khawatir untuk pindah ke Elpiji.

Pertamina dalam melakukan konversi terkesan buru-buru. Perlu dikaji ulang penarikan minyak tanah dipasaran. Jika hal ini dilakukan, 60 % warga miskin akan terpukul. Sementara itu, sebagian masyarakat daerah pesisir memanfaatkan minyak tanah sebagai bahan pengoplos solar. Jika minyak tanah ditarik, mereka khawatir tidak dapat melaut kembali, karena mahalnya harga solar.

Kekhawatiran lainya adalah distribusi gas Elpiji yang belum mencapai daerah rural dan pelosok perkampungan. Keengganan warga culup beralasan dikarenakan keberadaan minyak tanah memang demikian dekat dibanding gas Elpiji. “Pas kita udah beralih pake gas semua, eh nanti malah gasnya ngilang. ‘Kan sama aja bohong…” Demikian alasan beberapa warga.

Sementara itu, dibeberapa daerah di Lampung juga diwarnai aksi pungli oleh para pendata terhadap calon penerima bantuan kompor gas. Pungutan liar oleh oknum pendata berbeda-beda dibeberapa wilayah, namun berkisar antara Rp.5000 s.d Rp.15.000 / kepala keluarga-. Pendataan calon penerima bantuan kompor gas juga wajib melampirkan KTP sebagai tanda bukti. Jika tidak dapat menunjukkan kartu identitas tersebut warga diancam tidak dapat menerima bantuan kompor dan gasnya. Ironisnya, 80% penduduk miskin didaerah rural tidak memiliki KTP atau KK.

Douhh! Gimana nie Pertamina? Masih bertahan dengan slogan kerja keras adalah energi kita-nya? Mudah-mudahan dengan temuan ini Pertamina jadi lebih bijak mengambil keputusan dan jeli melihat segala permasalahan ini sehingga menghasilkan win-win solution.

Hasil pencarian lainnya:

faktor pendukung konversi minyak tanah ke gas elpiji

{ 12 comments… read them below or add one }

1 ipangsan 07/12/2009 at 00:04

EL BI JI…..bukan EL PI JI….
kaLau di sambung EL- PI JI MANE sih lu heheheheh

Reply

2 Banyak warga tak siap pakai Elpiji 07/12/2009 at 12:43

ipangsan: saya pikir, EL – BIJI LOE MANE?hihhihihi…..

Reply

3 agoesman 05/11/2009 at 17:16

Masalah bahan bakar untuk kebutuhan domestik (RT) dari dulu selalu bermasalah… mungkin kebijakan yang diambil tidak diikuti dgn kelengkapan sarana & prasarana pendukungnya..
Salam

Reply

4 Blogger Ingusan 02/11/2009 at 07:22

program konversi minyak tanah ke gas sering tidak didukung dgn ketersediaan stock gas yg mencukupi di lapangan. Liat aja tuh berita2 di tv kok sering sekali terjadi kelangkaan gas khususnya yg ukuran 3kg padahal ukuran ini yg paling banyak dipakai masyarakat kelas menengah ke bawah…

Reply

5 sawali tuhusetya 01/11/2009 at 21:03

bener banget nih, mbak, sepertinya jadi sia2 ketika pemerintah memberikan subsidi kompor gas tapi tdk diimbangi dg kemudahan dalam mendapatkan gas elpiji. apalagi harganya juga ndak stabil.

Reply

6 yulian 01/11/2009 at 12:37

Wah..di tempat saya malah belum ada konversi minyak tanah ke ke gas..tuh, kira2 kapan ya…

Reply

7 Banyak warga tak siap pakai Elpiji 07/12/2009 at 12:40

mas Yulian: masa sie mas?

Reply

8 arkasala 01/11/2009 at 06:34

Yanti tukang Krupuk ? …. saya tebak dari Ciamis yang di Lampung ya ? he he.

Hebat, maju terus ya, punya saya malah melorot ke hal empat karena ditinggal lama kemarin he he.
Salam sukses selalu :)

Reply

9 mengembalikan jati diri bangsa 01/11/2009 at 05:16

wah pertamax nih.. eh elpiji… :D

bener mbak.. pertamina gak serius tentang masalah elpiji…
masih banyak pencurian isi elpiji di mana2…
tapi prosedurnya gak di kaji ulang tuh kayaknya… :(

Reply

10 Banyak warga tak siap pakai Elpiji 07/12/2009 at 12:39

Mas Vikhi: maaf, saya telat balasnya, bisnya inet dirumah kedodoran terus….salam

Reply

11 casrudi 01/11/2009 at 03:32

Semoga ada staff dari pertamina yang membaca ini… :D

Reply

12 mengembalikan jati diri bangsa 10/11/2009 at 07:38

#CasRudi:Semoga ya mas..salam

Reply

Leave a Comment

CommentLuv Enabled

Previous post: Nyaris Kontes: Tebak-tebakan berhadiah backlink!

Next post: SEOQuake dalam 5 langkah!

Load: 1.466 seconds and 33 queries